Antara Euforia Pemilu Capres dan Derita di Ghaza

Pagi tadi kita sudah menyaksikan bersama pesta demokrasi yang diselenggarakan di seluruh indonesia dan melibatkan ratusan juta pendudukan negeri ini. Seperti yang biasa terjadi setelah pemilu berlangsung, akan ada lembaga2 survey yang mengadakan quick count atau hitung cepat pemilu untuk memberikan kabar pada masyarakat yang ‘ngebet banget’ ingin cepat tahu hasil pemilu nya seperti apa dan siapa yang jadi pemenang.

Untuk pemilu tahun 2014 ini, dari kebanyakan berita yang saya lihat, terjadi kesimpang siuran mengenai masing-masing capres yang mendeklarasikan dirinya sebagai pemenang. Hasil survey dari berbagai lembaga tersebut fifty-fifty, sebagian mengatakan yang menang itu nomor 1, sebagian lagi berkata sebaliknya.  

Saya jadi ingat kembali bagaimana hari-hari pra pemilu kemarin. Hari-hari yang membuat saya muak dengan segala promosi lebay dari masing-masing pendukung capres, yang dipenuhi dengan caci maki dan fitnah kepada capres yang bukan jagoannya. Hari-hari dimana terlihat jelas seperti ada dua kubu hitam dan putih yang berseteru dan saling berjuang untuk jadi pemenang. Kubu putih (kita panggil saja begitu) didukung oleh banyak ulama, diusung dengan membawa-bawa nama islam. Sedangkan kubu hitam, (katanya) didukung oleh kebanyakan tokoh JIL dan syiah. Kenapa saya sebut mereka kubu putih dan hitam? Karena kesan seperti itulah yang diciptakan oleh masyarakat kita. Kubu putih lah yang paling benar, paling suci, karena didukung kaum agamais dari kalangan ulama-ulama islam, sedangkan kubu hitam terkesan seperti kubunya orang kafir. Ini bukan kesimpulan asal-asalan, tapi begitulah kesimpulan yang bisa kita tarik dari semua pendapat supporter dadakan yang nampak di sosmed. Kubu hitam selalu terbentur dengan tema ‘agama’, kesannya seperti orang-orang yang mendukung kubu ini tidak pro terhadap islam dan mengusung asas liberal dan sekuler. Padahal, mereka berdua sama saja. Mereka berdua berasal dari partai yang sama-sama sekulernya. Mereka tidak pernah sekalipun menyuarakan akan membela islam mati-matian. Betul kan?

Para pendukung kubu putih begitu percaya diri bahwa pilihan merekalah yang paling benar, “yang penting ini didukung ulama” begitu katanya. Padahal tidak semua ulama melabuhkan pilihan pada capres yang itu. Ada pula ulama yang mendukung kubu lawan, dan banyak pula yang tak sudi mendukung kubu manapun karena tahu mereka berdua sama-sama pengusung sistem demokrasi yang tak sejalan dengan Islam. Mereka yakin betul bahwa capres dari kubu mereka lah yang akan menang. Tapi sepertinya kenyataannya tidak sejalan dengan opini mereka. Capres yang diusung kubu putih sepertinya tak mendapat suara dengan jumlah luar biasa, tidak benar-benar bisa mengungguli suara kubu hitam, meskipun sudah dapat dukungan dari ulama. Harusnya ya, kalau kita pikir-pikir, di negara ini mayoritas penduduknya kan beragama islam, tapi kenapa tidak semua setuju dengan pilihan beberapa ulama itu dan malah memilih kubu seberang? Hmmmm…..

Dan biasanya, ketika kubu yang didukung ulama itu tidak menang, akan selalu ada yang dijadikan kambing hitam, yak! Itulah kubu ketiga, yakni kubu golput. Mereka selalu dipersalahkan dengan pernyataan, “kalau saja kamu tidak golput, pasti si ini yang menang!” mereka yang senang mencari-cari kambing hitam itu melupakan ‘keputihan dan kemurnian’ kubu nya dengan menyalahkan orang lain atas apa yang tidak didapatkannya. Mereka tidak pernah berpikir, “kan yang golput tidak banyak, lebih banyak ummat muslim indonesia yang memilih, tapi kenapa tidak semua dari mereka menyumbangkan suaranya kepada kubu putih padahal isu agama sudah sangat santer terdengar?”. Saya tidak punya wewenang untuk menjawab pertanyaan “kenapa dan kalau” seperti itu, saya rasa kita berikan saja kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menjawab dan introspeksi diri.

Sama hal nya dengan pemilu legislatif kemarin. Partai yang mengusung nama islam tidak memenangkan pemilu, bahkan tidak masuk dalam jajaran 3 besar partai yang meraih poling terbanyak. Lantas siapa yang disalahkan? KUBU GOLPUT. hahaha, selaluuuu begitu. saya rasa saya pernah membahas hal ini dalam tulisan sebelumnya, bahwa ada rekan yang menjadi pendukung salah satu partai islam itu tiba2 protes pada saya karena saya golput, menyalahkan saya karena tidak memilih partai yang didukungnya. Semoga pada pemilu kali ini orang tersebut tidak melakukan tindakan yang sama lagi. Semoga sekarang dia bisa berpikir dengan lebih arif, bijak dan dewasa. -.-” 

Ada pula yang menganggap, “Meskipun kubu putih kalah, ini adalah ketentuan Allah, berarti 5 tahun kedepan Allah memberikan kita ladang dakwah yang lebih banyak” astaghfirullah, pendapat seperti ini lebih memprihatinkan lagi. Bukannya introspeksi diri, tapi malah mengait-ngaitkan qadha Allah dengan kemenangan kubu yang mereka anggap “kubunya orang kafir” sebagai ladang untuk berdakwah dan berjihad, seakan-akan di Indonesia akan terjadi pembantaian terhadap ummat islam setelah kubu hitam menang. Padahal meskipun capres dari kubu putih yang menang pun, keadaan ummat islam indonesia tak akan berubah! Ummat islam di indonesia akan tetap di cap sebagai sarang teroris, kaum yang lemah, miskin, bodoh dan mudah dipecah-belah! Selama sistem yang digunakan adalah sistem yang memisahkan antara agama dengan kehidupan, maka akan selamanya ummat islam jadi ummat yang ditindas, siapapun capres yang menang dalam pemilu itu tidak penting lagi.

Ada hal lain yang mungkin tak pernah disadari oleh pendukung kedua kubu ini, bahwa ummat islam sedang ditampar keras oleh Allah dengan serangan Israel terhadap saudara2 kita di Ghaza pada bulan Ramadhan yang suci ini. Allah sedang menegur kita yang sibuk mengurusi pemilu untuk memilih pemimpim-pemimpin yang akan melanggengkan hukum2 buatan manusia dan mengesampingkan hukum2 ALLAH. Allah sedang menegur kita yang sibuk mencari pembenaran masing-masing kubu, sibuk menyalahkan kubu lawan. Allah sedang menegur kita yang terlena dengan euforia dunia yang fana ini. Allah sedang menegur kita dan menguji sejauh mana rasa kemanusiaan masih tersisa di hati kita saat melihat saudara sesama muslim dirongrong, dibantai dan dianiaya. Allah sedang menegur pemimpin negeri-negeri muslim, menampar tepat di wajah mereka, agar mereka sadar bahwa kekuasaan yang mereka miliki tak akan bisa membawa perubahan apa-apa pada keadaan ummat ini jika tidak mengusahakan seluruh ummat muslim untuk bersatu dibawah satu kepemimpinan oleh seorang khalifah, jika mereka masih saja tunduk patuh dan takut pada kekuatan Amerika, Israel dan antek-anteknya. 

Jika saja ummat muslim semuanya—dari ujung timur hingga barat—bersatu, bayangkan betapa hebat kekuatan yang kita miliki. Dengan menjunjung nama Allah, kita bisa punya kekuatan untuk melawan musuh-musuh Allah yang selama ini menindas kita. Kita akan punya satu pemimpin yang didengarkan oleh seluruh ummat, yang kekuasaannya bisa melindungi seluruh ummat muslim, yang menjaga kita agar tidak terpecah belah lagi seperti sekarang.

Duhai saudara2ku ummat muslim se Indonesia, bukalah pikiran kalian. Jangan biarkan pemikiran “demokrasi lah sistem pemerintahan yg paling baik” itu merasukimu. Kembalilah pada islam. Islam sudah punya sistem pemerintahan yang begitu sempurna mengatur segala segi kehidupan rakyatnya. Islam sudah diciptakan begitu komplit oleh Allah. Tidakkah kita ingin menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari? Tidakkah kita ingin melindungi saudara2 kita di palestina, suriah, mesir dan rohingnya? Ya Allah, ketuklah hati seluruh ummat islam di Indonesia agar mau berjuang untuk menerapkan syariatMu. Ketuklah hati para pemimpin kita agar mereka berani dengan lantang menyerukan panji-panji agamaMu, berani melawan penguasa kafir yang menghancurkan islam. Hamba mohon, ya Allah….  

Jawaban Ustadz Felix Siauw Terkait Statemen Ngawur Kapolri Soal Jilbab

JAKARTA (KompasIslam.Com) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman, Kamis (13/3/2014) lalu kembali mengeluarkan statemen “nyleneh”, ngawur dan menyakiti umat Islam diseluruh dunia dengan menyatakan bahwa polisi wanita (polwan) muslimah yang tidak berjilbab tidak berdosa. “Insya Allah tidak berdosa karena termasuk kita merelakan hak asasi kita ini, karena memproklamirkan diri menjadi anggota polri,” kata Sutarman yang beberapa waktu lalu juga memfitnah ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan buku Tadzkiroh yang disebut sebagai pemicu aksi perampokan dan aksi teror di Indonesia. Menyikapi pernyataan itu, ustadz Felix Siauw seorang da’i muda dan penulis produktif yang baru saja dicekal oleh negara penjajah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (5/3/2014) lalu memberikan tanggapannya melalui twitter soal statemen “sembrono” Kapolri itu, sebagai berikut:
  1. Kapolri: “Insya Allah (polwan tak berhijab) tidak berdosa..” | innalillahi.. ini musibah sesungguhnya.. mengatakan perkara yang tidak kita ketahui itu salah | menyelisihi perkara yang sudah ditentukan Allah itu dosa
  2. siapa manusia lantas bisa menentukan “ini halal dan ini haram?” | sedang ketentuan Allah sudah jelas dalam Al-Qur’an dan lisan Rasul-Nya
  3. dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram” (QS 16:116) 4. untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. sungguh mereka yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiada beruntung (QS 16:116)
  4. bila tidak memahami suatu persoalan | seharusnya kita merujuk pada ahlinya | bukan memberikan pernyataan keliru
  5. mengambil hukum negara jadi alasan untuk menghapus hukum Allah | perkara ini sama saja membuat manusia menyembah pada manusia
  6. tanggung jawab atasan-bawahan hanya sampai dunia | dihadapan Allah keduanya akan dihisab dan tak ada perlindungan
  7. teratur dan patuh pada aturan itu sangat baik | namun beralasan peraturan manusia lalu meremehkan aturan Allah? arogan…
  8. subhanAllah, Mahasuci Allah dari penyekutuan terhadap manusia | tugas kita hanya mengingatkan dan memberi keterangan
  9. seandainya tiada titik terang soal hijab ini tak ada niat baik dari Polri | sebaiknya tiap Muslimah memang mengundurkan diri
  10. tak layak bagi Muslimah demi pekerjaan lantas membantah Allah | dipersulit taatnya dengan berbagai alasan
  11. Allah Mahakaya dan Maha Mencukupi | siapa yang meninggalkan maksiat karena-Nya, akan digantikan kebaikan lebih oleh-Nya pula
  12. “sungguh tidaklah engkau tinggalkan sesuatu karena Allah | kecuali Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik bagimu” (HR Ahmad).
Ya Allah… Siapa lagi yang akan menyelamatkan agama-Mu kecuali diri kami sendiri ya Rabb. Maka bantulah kami untuk memenangkan hukum islam-Mu. Bantulah kami untuk memperjuangkan Islam sampai titik darah penghabisan. Dan berilah kami motivasi untuk berjihad di jalan-Mu ya Rabb. Berilah petunjuk dan hidayah-Mu kepada penentang-penentang kaum muslimin. Hanya kepada-Mu lah kami berserah diri. Aamiin Ya Rabbal ‘alamiin “Allahumma ya Allah tanamkan di hati kami kekuatan dan keindahan iman, hiasilah hidup kami dengan kenikmatan ibadah dan kemuliaan akhlak, serta selamatkan kami dari semua fitnah dan keinginan maksiat”. Aamiin… [Khalid/dbs] –

ustadz Fatih Karim berbicara mengenail Liberalisme dan Jaringan Islam Liberal

siapapun yang membela #Liberalisme buka mata lebar-lebar! inilah liberalisme yang sesungguhnya, liberalisme yang diusung-usung, liberalisme yang hanya akan menjauhkan hati dan jiwa dari Allah dan mendekatkan pada syaithan dan memberi jalan untuk kembali ke Neraka! Na’udzubillahimindzalik.

Penganut liberalisme, pernahkah sadari: Jika benar manusia boleh hidup secara liberal, sebebas-bebasnya, lantas mengapa manusia tak bebas tentukan kelahiran & kematiannya sendiri?

Bagi yang muslim yang berakidah Islam, sudah tentu tidak akan mengambil liberalisme sebagai pemikiran dan jalan hidup | Yang mana keimanannya kepada Allah, menghasilkan kesadaran bahwa posisi dirinya hanyalah mahluk ciptaan Allah, yang lemah tak punya kuasa di hadapan-Nya | Yang mana memahami konsekuensi syahadatnya kepada Allah dan Rasul-Nya, menghasilkan hidup dengan ketundukan 100% diserahkan kepada-Nya dengan wujud kepatuhan dan ketaatan pada syariat-Nya.

selama ini masyarakat sudah dicekoki oleh paham2 liberalisme, dari segala macam sisi kehidupan, terutama media, karena merekalah yang menguasai media, media yang membuat mereka bangkit dan mampu menyebarkan pahamnya secara mudah dan mulus. Islam yang murni mulai tergantikan oleh pemikiran2 liberal yang datang dari kaum2 awam yang terpengaruhi oleh ‘tipu daya’ musuh2 Allah.

cermatlah dalam memilih informasi, kaji kembali keislaman kita. adakah benih2 liberalisme dalam diri kita? dalam cara kita berpikir? jika ada, segeralah istighfar, mohon ampun sebesar2nya pada Allah dan minta perlindungan dari segala hal yang menyesatkan.

kita hanyalah makhluk Allah, yang hidup di dunia ini untuk mencari bekal menuju alam akhirat yang kekal. janganlah sampai terlena pada dunia, karena dunia bukanlah segalanya.

Yuk, mari kita telisik sejarah liberalisme berikut ini oleh ustad Fatih Karim. Jangan anggap remeh pemikiran Liberal karena berdampak pd sikap & perbuatan yg akhirnya juga Liberal, simak

  1. Wajar jika ada hastag #IndonesiaTanpaJIL mengingat mudharat besar yg dihasilkan kelompok ‘kaki-tangan’ barat ini cukup berbahaya
  2. mulai dari membolehkan homoseksual, penolakan terhadap syariat Islam dan pembenaran untuk mengumbar aurat mereka dakwahkan
  3. sampai ke penghalalan nikah beda agama, penghinaan terhadap kerasulan Muhammad SAW, gugatan atas keaslian Al-Qur’an mereka gencarkan
  4. maka wajar ummat Islam menolak liberalisme,bagai menggunting dlm lipatan, mereka menamakan diri Islam padahal justru menikamnnya
  5. ditilik dari segi sejarah, kemunculan kaum liberal (JIL) di indonesia sgt terkait dgn gerakan liberal di dunia Islam umumnya
  6. pada abad ke17, saat Khilafah Utsmani sudah melemah, misionaris kristen mulai melaksanakan aksi mereka di beirut libanon lwt pendidikan
  7. tugas mereka jelas, membuat kaum Muslim ragu dengan agamanya sendiri dan mempertanyakan keabsahan agama mereka
  8. pada abad 18-19,seiring kebangkitan dunia barat krn meninggalkan kristen sbagai agama,masalah liberalisme kaum Muslim pun dimulai
  9. beberapa tokoh barat bersepakat bahwa masuknya Napoleon ke Mesir pd 1798 adl inisiasi awal dari pemikiran liberal di dunia Islam
  10. saat itu, ummat shock mnyaksikan kebangkitan barat& bersamaan dengannya melemahnya Khilafah Islam, dan mulai bertanya-tanya
  11. “apa yang membuat barat bangkit?” dan “yang membuat Islam lemah?”, begitulah yang dipikirkan ilmuwan2 Islam saat saksikan majunya barat
  12. “apakah kita lemah&barat kuat karena cara pikir barat lebih baik dari cara pikir kita?” begitulah syaitan menyusup lewat akal
  13. maka saat itu pemikir2 Islam banyak merapat ke barat, membuka dialog, mengapa “barat maju sementara Islam melemah”
  14. tanpa kaum Muslim sadari, melemahnya Khilafah saat itu sesungguhnya karena melemahnya pemikiran Islam, bukan karena Islam melemah
  15. saat itu bhs arab telah melemah penggunaannya, filsafat persia& yunani pun meracuni pemikiran, belum lagi ijtihad yg tak digalakkan
  16. namun sebagaimana jebakan barat, kaum Muslim mulai diperkenalkan dgn cara pikir barat yg liberalis, anak kandung dari sekulerisme
  17. yakni “memisahkan antara agama dan negara”, “menolak otorisasi kelompok tertentu menafsirkan dalil” itu kampanye barat pada Islam
  18. Expand
  19. barat via prancis, inggris& AS berusaha mengenalkan paham yg membangkitkan mereka pada kaum Muslim,yaitu “meninggalkan agama”
  20. barat sangat sadar,adanya Khilafah menutup jalan bagi mereka utk menguasai Muslim, krn itu liberalisasi agama jadi jawaban
  21. maka melalui upaya liberalisasi agama, barat berusaha menanamkan bahwa modernisasi adlh meninggalkan agama sbagai dasar pikir, keharusan
  22. liberalisasi agama ini mendapatkan sambutan, khususnya dari misionaris kristen & cendekiawan Islam yg disekolahkan keluar negeri
  23. generasi awal (1830-1870) liberalis tmsk Rifa’ah Rafi Al-Tahtawi, menimba liberalism di Prancis&membawa pendidikan sekuler ke Mesir
  24. pula tokoh kristen Butrus al-Bustani yg menyebarkan pemikiran cabang liberalisme yaitu nasionalisme arab, utk memisahkan dari khilafah
  25. generasi kedua (1870 – 1900) dari mereka lebih berani, kali ini kaum liberal menggugat bahwa Al-Qur’an&Islam adl agama bias gender
  26. Maka muncullah perusak Islam lainnya, liberalis generasi kedua yaitu Muhammad Abduh&Jamaluddin al-Afghani guru-murid pengusung liberal
  27. banyak ummat Muslim menyangka mrk adalah ulama pembaharu Islam, pada hakikatnya mereka ini adalah pengkhianat yg menjual Islam
  28. khusus Jamaluddin ini, Khalifah Abdul Hamid II dlm catatan hariannya pernah mengatakan dia layaknya “pelawak” kaki tangan Inggris
  29. setelah pan-arabisme (nasionalisme arab) yg diusung Jamaluddin gagal, ia malah meminta lindungan pada tentara kafir, begitulah “pelawak”
  30. gerakan liberalisme generasi kedua ini tampil lebih vulgar, mulai mengusung pemakzulan Khilafah, sebagaimana diinginkan majikan baratnya
  31. ide liberalisasi agama dalam bentuk penolakan terhadap syariat dalam format Khilafah ini mengkristalisasi pada generasi liberalis ketiga
  32. generasi ketiga ini 1900 –1939, dgn tokohnya spt Muhammad Rasyid Ridha, Ali Abdur Raziq dan Thaha Husain
  33. gugatan mrk terhadap Khilafah, juga dibarengi dgn meniupkan benih nasionalisme pada pemuda Arab, Turki, dan lainnya
  34. Nasionalisme inilah kelak memberi ruh pd gerakan revolusi arab &gerakan turki muda, yg berujung pada runtuhnya Khilafah di 1924
  35. Nah, generasi liberal ke3 inilah yg banyak direspons oleh dunia Islam, termasuk Indonesia yang terpengaruh dengan pemikiran liberal
  36. da’i liberal semacam Muhammad Arkoun, Nashr Hamid Abu Zaid, Rasyid Ridha dll, mulai mewarnai pemikir-pemikir Indonesia
  37. adalah Muhammad Tahir Djalaluddin, murid Muhammad Abduh yg ‘berjasa’ menyebarkan liberalisme di nusantara dan ranah melayu
  38. sesampai dari mesir, ia menyebarkan pemikiran Muhamamd Abduh dan Jamaluddin al-Afghani tentang liberalisme di majalah al-Imam
  39. tema sentral majalah al-Imam ini adalah feminisme, kebebasan berpendapat (walau tak sesuai syariat) dan tema liberal yg lain
  40. Pada 1970-an, gerakan liberal ini menemukan relungnya di sini lewat Nurcholish Majid, sesepuh liberal di Indonesa
  41. Nurcholish Majid mewarisi liberalisme dari Fazlur Rahman, dosennya di Chicago yg mengusung tafsir ‘kontekstual’ bukan ‘tekstual
  42. Tafsir kontekstual ini menyatakan bahwa dalil Qur’an bukan dilihat secara teks kata2, tapi maknanya (konteks) saja sudah cukup
  43. Misal, menutup aurat maknanya adl menjaga kehormatan n melindungi diri, jadi bila sudah terhormat&terlindung, tak perlu tutup aurat!
  44. Nurcholish misalnya menyatakan “Tiada tuhan (t kecil) kecuali Tuhan (T besar)” dan mengajarkan bahwa semua agama itu benar
  45. juga ajarannya Islam Yes parpol Islam NO,juga ide nyeleneh lainnya berlabel intektual muslim
  46. menjelang 1970-an, gerbong liberalisme bertambah panjang dengan daftar nama Harun Nasution, Abdurrahman Wahid dan Munawir Sjadzali
  47. mereka miliki kesamaan, yaitu kekaguman atas Muhammad Abduh, Ali Abdur Raziq, Rasyid Ridha dan pemikir liberal lainnya
  48. saat itu, tak ayal lagi, pemikiran liberal mulai menyusup pada cendekiawan NU dan Muhammadiyah, khususnya para santri muda mereka
  49. maka pd 2001, digalang Ulil Abshar, Gonawan Moehammad dibentuklah JIL untuk satukan seluruh organisasi bernafas liberal di Indonesia
  50. di situs islamlib(dot)com dinyatakan, lahirnya JIL sbagai respon atas bangkitnya “ekstremisme” &“fundamentalisme” agama di Indonesia
  51. intinya gerakan JIL adl membuat ummat berpaling dari Islam memanfaatkan isu “ekstremisme”, “fundamentalisme” n “radikalisme”
  52. semestinya Selamatkan ummat “Dengan Syariah mereka malah Selamatkan ummat “Dari” syariah…naudzubillah min dzalik!
  53. mereka menggugat Al-Qur’an&Rasul, menyalahkan ahli tafsir dan ulama terdahulu, serta menafsirkan ayat sebatas batok kepala mereka
  54. Ulil Abshar Abdalla misalnya menyatakan “Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar!
  55. Sumanto al-Qurthuby menulis “hakekat Al-Qur’an bukanlah ‘teks verbal’ yg 6666 ayat bikinan Utsman itu melainkan gumpalan2 gagasan.”
  56. Luthfi Assyaukani “Jilbab itu kan dipake khusus buat shalat/pengajian.Kalau di tempat umum ya mesti dibuka. #Istighfar…..,”
  57. begitulah kerjaan mereka, selain itu mereka juga aktif mengadakan acara2 pemurtadan secara pemikiran, dan disokong dana barat
  58. JIL juga merilis FLA (fikih lintas agama) yang membolehkan nikah beda agama, penghapusan nisbah warisan dan masa iddah ada pada laki2
  59. mereka mengkampanyekan sekulerisme, pluralisme dan liberalisme (sepilis) sebagai tandingan ide syariat Islam dan Khilafah Islam
  60. walau MUI telah mengharamkan sepilis kaum liberal ini, namun masyarakat tetap dijejali dengan ide ini, khususnya kaum awam
  61. termasuk menyebar derivat sepilis seperti demokrasi yg mengambil hak Allah sebagai penentu halal dan haram&serahkan pd suara mayoritas
  62. liberalis membeli acara2 tv dan artikel di koran dengan uang dari barat dan memaksa ide liberal bercokol di kepala generasi Muslim
  63. tak hanya tulisan& radio, mereka jg merambah sinetron, dan film2 bioskop, seminar2 di kampus dan partai2 politik
  64. org liberal merasa mereka keren ketika bisa kutip pendapat2 barat, tanpa sadar mereka cuma tugasnya membeo majikannya saja
  65. menjual agama atas dalil modernisasi, kebablasan, itulah kaum liberal, yang terkadang juga gak konsisten sama pendapatnya sendiri
  66. bilang semua agama sama2 benar, tapi disuruh pindah agama keluar Islam gak mau, gak konsisten toh?
  67. ktnya semua agama sama, tapi mati masih mau dishalatin, kalo gtu ya dibakar aja trus debunya dibuang ke sungai gangga #konsintenlah
  68. Betul ketika Hudzaifah meriwayatkan hadits Nabi bhw akan ada “da’i-da’i yg menyeru pada neraka jahannam, yg ikut mereka akan masuk neraka”
  69. Nabi jelaskan bahwa da’i penyeru neraka ini “dari kaum yg kulitnya sama seperti kamu, dan berbicara dengan bahasa kalian
  70. begitulah JIL, berkulit Islam dan berbahasa Al-Qur’an, namun yang diserukannya adalah menuju pintu neraka jahannam.. innalillahi..
  71. konsisten sekuler, web mereka jelaskan dasar JIL poin f). Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan & politik
  72. singkat cerita, sama seperti pendahulu2nya, sepertinya majikannya juga masih sama, JIL ingin menggagalkan penerapan syariat Islam
  73. karena itulah kaum liberal dan JIL paling sewot bila ada kelompok yg menginginkan formalisasi syariat dalam negara dlm bentuk Khilafah
  74. bila generasi liberal lalu memakzulkan Khilafah, maka peliharaan barat generasi baru ini menghalang-halangi kembalinya Khilafah Islam
  75. subhanallah, terkadang Allah menguji kaum Muslim dengan musuh bersama, yang kita bersatu karenanya, menyadari pentingnya ukhuwah Islam
  76. oleh karena itu, #IndonesiaTanpaJIL perlu digemakan, dan kita lanjutkan Indonesia Dengan perjuangan Syariah dan Khilafah

Eks Jurnalis Media Indonesia Beberkan Kebencian Media Group pada Islam

udah kayak gini, masih perlu bukti lain???? pantengin aja stasiun TV nya, liat betapa banyak berita yang menyudutkan islam dari cara paling halus sampai yang terang-terangan

Edy A Effendi, mantan wartawan  Media Group milik Surya Paloh dan penulis Editorial Media Indonesia, melalui akun jejaring sosialnya membeberkan borok anti Islam di dalam tubuh perusahaan media tersebut. Dalam kiacauan yang dipostingnya pasca merebak polemik tudingan Metro TV bahwa Rohis Sekolah merupakan sumber perekrutan terorisme, ia banyak membeberkan berbagai pengalaman yang ditemuinya selama ia bekerja di Media Group.

Pada era 2000-an, saat Edy A Effendi bekerja di Media Group, ada empat sekawan yang berperan dalam soal isu agama.

“Mereka adalah Andy F Noya, Saur Hutabarat, Elman Saragih, dan Laurens Tato, kebetulan mereka adalah non muslim dan pengendali Media Group,” paparnya.

“Empat  petinggi inilah yang punya peran penting mengakses berita. Surya Paloh tidak tahu menahu. Surya Paloh juga tidak tahu kalau beberapa kali disomasi.”

Edy menjelaskan bahwa di Metro TV posisi-posisi setrategis, pegawai Muslim disingkirkan.

“Sebagai mantan penulis editorial, saya tahu persis, bagaimana berita dipermainkan. Saya protes soal rekruitmen yg berbau SARA. Rekruitmen reporter sangat berbau SARA. Di rapat besar, saya protes ke Elman (Siregar). Rekruitmen reporter yangg diterima banyak Non Muslim? Elman kaget. Dia bilang: ‘Sepanjang saya kerja di media, baru kali ini dikritisi soal ini.’ Jika ada 6 reporter yg diterima, komposisinya, 2 Protestan, 2 Katolik, 2 Islam. Ini fakta bukan fiksi. Saksi banyak.”

Edy juga menjelaskan bahwa Metro TV tidak menyukai PKS, sehingga berita-berita tentang PKS dinegasikan.

“Ketika menyudutkan demo PKS. Elman di Editorial Pagi Metrobilang (bahwa) yang demo anti AS (itu) tak beradab dan bodoh. Pernah juga soal editorial yang menghina umat Islam Palestina. Umat Islam Indonesia tak perlu bela Palestina. Penulisnya Laurens Tato. Jadi, kalau  ada demo PKS, meski sangat massif, tak boleh dipajang di halaman pertama,” tuturnya.

“Pernah PKS demo besar-besaran memprotes Bill Clinton ke Indonesia. Pas rapat redaksi, Yohanes Widad, asisten redaksi pelaksana, meminta foto jangan dipasang (di) halaman 1. Mereka tak suka PKS.”

Edy menyatakan bahwa apa yang ia ungkapkan tersebut bukanlah karena ia membenci agama selain Islam, baginya urusan agama adalah soal privasi, yang ia inginkan dari apa yang disamaaikannya ini adalah demi objektivitas dan anti diskriminasi.

“Sudah lama, saya siap lahir batin melawan Elman cs. Kultwit saya soal Media Group bukan dendam atau apapun. Tapi ulah mereka sudah di luar batas,” pungkasnya.

sumber: http://news.fimadani.com/read/2012/09/16/eks-jurnalis-metro-tv-beberkan-kebencian-media-group-pada-islam/#.UfYbVRSszrI.facebook